29 Nov 2010

Sore yang mendung

ah...sore ini, hujan kembali mengguyur kota kecil di pulau yang juga kecil ini, saat-saat seperti ini memang paling asyik merenung, Ya... merenung di sore yang mendung :)
entah bahan apa yang cocok untuk kurenungkan sore ini, telah banyak (bahkan terlalu banyak) pokok masalah yang telah kurenungkan, mulai dari hal yang sepele semisal mengapa kecoak sering muncul di kamar mandiku padahal sudah kutaruh kapur barus disana :D sampai ke hal yang rumit sekalipun seperti kasus gunung merapi atawa kasus Gayus, kaka kelas yang sudah membuat petinggi-petinggi negara ini kalang kabut karena ulahnya

Tapi entah mengapa sore ini aku bukan memikirkan hal-hal tersebut, sore yang mendung ini aku merenungkan tentang masa depanku... Yap, hati kecil ini bertanya sudah mantapkah aku menapak masa depanku ??? okelah kalau dari segi pekerjaan aku sudah bisa dibilang mampu (walaupun belum mapan), namun berumah tangga kelak??? itulah yang sekarang jadi bahan pikiranku. Apakah kehidupan berumah tangga akan sama seperti kehidupanku sekarang. Sudah banyak teman-teman kantor yang telah menikah dan memiliki keluarga, bahkan diantara rekan seangkatanku di kantor (kami 4 orang seangkatan di kantor itu) hanya aku sendiri yang belum berumah tangga, yang lain bahkan anaknya sudah ada yang 3 tahun :)
Apakah aku tidak mau berumah tangga??? tentu saja aku mau, bahkan sangat mau bila ditanya. Namun entah mengapa batin ini serasa belum siap, rasanya masih banyak yang mengganjal untuk bisa serius berumah tangga. apakah ini akibat dari terlalu menikmati masa lajang sehingga keasyikan dan niat untuk serius ke masa depan menjadi berkurang??? entahlah...memang di umurku yang "baru" seperempat abad ini masih bisa dikatakan muda dan dalam masa puncaknya seorang anak muda, namun di hati kecilku ini ingin sekali memiliki seorang pasangan pendampig hidup yang mampu mengarahkan aku dari "kegilaan" masa mudaku ini. Yap memang sekarang ada seorang wanita yang mengisi hatiku, dan aku sangat...sangat mencintainya, namun diapun masih sangat muda, 5 tahun beda usia kami. Namun aku merasa yakin bahwa dialah kelak yang bisa menjadi pelengkap hidupku (sudah cukup lama dan cukup banyak wanita yang keluar masuk di hati ini, namun selalu gagal)

Yah, semoga kelak memang dialah yang diberikan Tuhan padaku untuk menjadi pasangan hidupku, dan walaupun (kembali) bukan dia kuharap rencana yang terindah yang diberikan kepada kami untuk mengarungi masa depan kami.
kuhisap asap terakhir dari rokokku dan segera berangkat kembali ke kantor, karena tampaknya sore yang mendung ini hanya akan mendung selalu dan tidak jadi hujan

0 yang komen:

Tian Blog

tulisan tanganku...yang walau tidak bisa memberikan cerita indah, namun ini adalah tulisan tanganku

Followers

Tian Blog | Template by - Abdul Munir - 2008 - layout4all